Mengintip Proses Pembuatan Smartphone di Foxconn

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Foxconn terkenal alasannya ialah dominasinya sebagai manufaktur oursourcing di sektor 3C (Computer, Communication, and Consumer-electronics). Sehingga populer di kalangan perusahaan dari Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas.

Kualitas tinggi telah menjadi standard yang tidak bisa dikompromi sehingga dipercaya oleh aneka macam perusahaan kelas dunia ibarat Apple, Amazon, Sony, BlackBerry, Xiaomi, Motorola, Huawei, dan sebagainya.

Apa yang membuat Foxconn bisa dipercaya oleh perusahaan global terkemuka? Perusahaan yang didirikan oleh Terry Gou pada 1974 dengan nama Hon Hai Precision Industry Company Ltd ini memiliki keunggulan kompetitif yang berasal dari model bisnis eCMMS dan budaya unik Foxconnian – sebutan untuk karyawan yang bekerja di Foxconn.

eCMMS ialah kependekan dari e-enabled Components, Modules, Moves and Services. Ini ialah model bisnis one stop shopping vertikal yang mengintegrasikan kemampuan mekanik, listrik, dan optik sekaligus. Ini mencakup solusi mulai dari pencetakan, perkakas, bab mekanis, komponen, modul, sistem perakitan, desain, manufaktur, pemeliharaan, logistik, dan lain-lain.

Melalui model bisnis eCMMS ini, Foxconn tidak hanya menjadi manufaktur 3C terbesar di dunia, tetapi juga di waktu yang sama memiliki rantai pasokan (supply chain) terpendek. Mereka mendefinisikan produk perusahaan pada kecepatan, kualitas, engineering services, fleksibilitas dan hemat biaya. Foxconn juga mengklaim sebagai perusahaan perttama yang menggunakan teknologi CNC untuk produksi yang meliputi lebih dari 80.000 mesin.

Kerangka pengembangan teknologi Foxconn ketika ini diklaim mencakup seluruh spektrum teknologi. Mereka memproduksi aneka macam jenis perangkat dari ibarat wearable, smartphone, tablet, notebook, komputer desktop, TV portable, papan tulis digital, signage digital, kendaraan listrik, dan robot. Juga menyebarkan produk jaringan dan solusi untuk internet, internet of things, dan smart grid.

Proses Pembuatan Smartphone di Foxconn

Foxconn dikenal sebagai produsen untuk smartphone maupun tablet populer ibarat iPhone, iPad, Amazon Kindle, Sony Xperia, dan sebagianya. Mereka juga memproduksi beberapa perangkat smartphone yang mana terlibat dari pengembangan semenjak awal.

Perusahaan yang berkantor sentra di Taiwan ini menerapkan standard kualitas level tinggi dalam memproduksi setiap perangkat. Sebagai teladan ketika memproduksi smartphone, proses desainnya body-nya dibuat dengan keahlian yang presisi memakai logam dengan 8 CNC process.

"Proses ini digunakan di sektor manufaktur yang melibatkan penggunaan komputer untuk mengontrol peralatan mesin (computer numeric control) yang mencakup internal structure & processing, the antenna structure processing, screen structure processing, 3D side hoe machining, 360 drilling Qieja, structure end milling, dan overall polishing process. Semuanya dilakukan dengan ketelitian tingkat tingggi menggunakan teknologi mutakhir," ungkap Terry Gou, CEO Foxconn.

Hal yang sama dilakukan pada produksi iPhone. Namun prosesnya lebih rumit lagi alasannya ialah tiap komponennya didatangkan dari aneka macam Negara, kemudian disatukan dan dirakit di pabrik Foxconn sebelum diedarkan ke seluruh dunia.

Memperkuat Sumber Daya Dengan Robot

Foxconn tak henti-hentinya melaksanakan inovasi demi terus meningkatkan kualitas produksi. Sebagai upaya untuk meningkatkan teknologi otonom demi kelancaran produksi, Foxconn belum lama ini mengaplikasikan robot.

Apakah dengan begitu, karyawan insan tidak lagi dibutuhkan? Sebaliknya, peran insan tak akan pernah tergantikan robot sampai kapanpun, terutama yang menyangkut kemampuan otak.

Karena pekerjaan yang mengandalkan robot ialah yang sifatnya monoton dan hanya mengandalkan fisik. Perusahaan menggunakan robot untuk mengurangi peran yang sifatnya repetitive atau berulang-ulang yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan manusia.

Sehingga dengan adanya dukungan robot ini, maka pekerja insan bisa lebih fokus ke bab manufaktur lain ibarat riset dan pengembangan (R&D) dan kontrol kualitas.

Dengan kata lain, Foxconn akan terus memanfaatkan tenaga robot otonom dan kekuatan insan untuk bersinergi dalam operasi manufaktur sehingga baik kualitas maupun kuantitas produksi bisa meningkat secara signifikan.

Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel