Apa Dosa Sony Xperia?

Foto: sony mobileFoto: sony mobile

Jakarta - Sony memang masih rutin mengeluarkan model gres Xperia yang menyasar aneka macam segmen. Tapi mampu dikatakan gaungnya semakin turun. Apa yang salah dengan Sony, padahal produk smartphone mereka tidak mampu dikatakan buruk.

"Di dunia smartphone modern, tak cukup hanya mendesain dan membuat gadget gres spek tinggi. Kalian harus memperkuatnya dengan software sendiri, support dengan update dan patch sekuriti, dan dijual dengan harga menarik. Tak semua mampu melaksanakan pekerjaan bagus soal ini," sebut Vlad Savov, kolumnis teknologi di The Verge.

Vlad bahkan menyebut Sony sebagai vendor yang nasibnya paling mengkhawatirkan di jagat Android. Ia mengutarakan beberapa alasan di balik opininya tersebut.

"Sony hanya tahu membuat perangkat premium. Tiga tahun terakhir, ada Z1 hingga Z5 dan terakhir ZX, namun tak pernah ada perubahan karakter. Flagship Xperia itu mahal, memiliki spek terkini dan desain menarik, namun cenderung selalu diluncurkan tanpa Android terbaru dan kameranya yang bagus biasanya dirusak oleh software yang buruk," tulisnya.

"Itu yang kualami ketika mencoba Xperia ZZ, bagus di luar, spesifikasinya bagus di dalam, namun Android-nya usang dan software kameranya tidak meyakinkan," tambah Vlad.

Ia menilai, Sony melaksanakan kesalahan yang sama dari tahun ke tahun. Padahal kompetisi belakangan begitu ketatnya. Terutama dari vendor asal China.

"Xperia XZ datang di Oktober dengan spek dan software yang sama dengan Xiaomi Mi 5 yang sangat terjangkau atau OnePlus 3. Sehingga XZ sudah terlambat, lebih mahal dan selain alasannya merek Sony, tidak memiliki keunikan berarti," ketusnya.

Sejak berpisah dengan Ericsson, bahwasanya sempat ada impian smartphone Sony, didukung mereknya yang kuat, mampu berkibar kencang. Namun hingga sekarang kelihatannya, Sony di jagat smartphone belum juga menyampaikan tajinya.


Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel