Kisah Hugo Barra yang Ingin Pamer Platform, Bukan Ponsel

Foto: Muhammad Alif GoenawanFoto: Muhammad Alif Goenawan

Jakarta - Beberapa tahun lalu, Hugo Barra sukses menyita perhatian banyak pecinta teknologi saat memutuskan meminang ajuan Xiaomi menjabat VP Global produsen asal China tersebut.

Pasalnya terlepas dari bahwa dirinya yaitu mantan petinggi Google, Barra punya harapan untuk menyodorkan platform berbasis Android yang dilengkapi fitur yang diinginkan fans OS robot hijau. Bersama Xiaomi, Barra mengumumkan OS MIUI.

Ketika pertama kali memperkenalkan nama Xiaomi ke Indonesia beberapa tahun silam, pria kelahiran Brasil ini sangat antusias menjelaskan OS MIUI yang terbenam di ponsel Xiaomi. Padahal saat itu, yang jadi daya tarik Xiaomi yaitu ponselnya yang dibekali spesifikasi mumpuni namun dengan iming-iming banderol yang sangat masuk logika bagi kebanyakan konsumen di Indonesia.

Menurutnya apa yang dibayar oleh konsumen saat membeli ponsel Xiaomi bekerjsama yaitu OS MIUI yang ada di dalamnya. Ponsel Xiaomi disebut hanya sebagai perangkat bagi konsumen untuk mencicipi kelebihan yang ditawarkan OS MIUI.

"Sebenernya apa yang kami tawarkan yaitu pengalaman yang disodorkan oleh MIUI. Ponsel ini hanya sebagai alat untuk menunjukkan pengalaman tersebut," ujarnya kepada detikINET beberapa tahun lalu, saat mengumumkan kehadiran Redmi 1S.

Barra juga membeberkan alasan ponsel Xiaomi mampu dibanderol sangat terjangkau berkat sumbangan penggemarnya sendiri. Sebab Xiaomi kerap memanfaatkan media umum yang banyak dijejali oleh fans-nya. Di sisi lain, Xiaomi juga menjadi pelopor flash sale di Indonesia yang bikin seakan-akan ponsel bikinannya diburu banyak konsumen.

Apa yang dilakukan terbukti berhasil. Selain sukses menambah basis fans di Indonesia, sejumlah produsen pesaing juga ikut-ikutan taktik Xiaomi tersebut. Sampai Redmi Note 2, Xiaomi mampu dibilang menjadi salah satu produsen yang ponsel-ponselnya paling diburu.

Namun seiring waktu, daya tarik Xiaomi mulai banyak tersaingi. Di tengah pesatnya industri ponsel, kelebihan Xiaomi di segmen menengah-bawah mulai terusik oleh pesaing. Seperti saat pertama kali muncul, OS MIUI juga tak lagi dijadikan daya tarik utama ponsel-ponsel Xiaomi.

Semakin ke sini, Xiaomi juga malah lebih memprioritaskan segmen kelas atas ketimbang segmen kelas menengah-bawah yang sempat membesarkan namanya. Meski demikian daya tarik banderol yang masuk logika tetap jadi senjata Xiaomi untuk memikat pengguna di segmen atas.


Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel