Xiaomi Nyerah Jualan Online?

Foto: detikINET/Adi Fida RahmanFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Jakarta - Pertama kali memasuki pasar Indonesia, Xiaomi memasarkan ponselnya lewat toko online. Tapi sekarang, mereka memilih untuk berjualan secara offline. Menyerah berjualan online?

Director of Product Management and Marketing Xiaomi Global Donovan Sung mengatakan, pasar Indonesia cukup berbeda dengan China dan India. Di kedua negara tersebut, pasar online sudah lebih matang ketimbang di sini.

Sementara di Indonesia, menurutnya masih lebih berpengaruh penjualan offline ketimbang online. Alhasil, ketika kembali memasarkan perangkatnya setelah memenuhi aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), Xiaomi mengubah strateginya.

"Pasar Indonesia itu unik. Meski beli online, bayarnya cash on delivery (COD). Karena itu setelah kembali ke Indonesia, kami mengandeng partner untuk menjual secara offline," kata Donovan dikala ditemui usai program peluncuran yang berlangsung di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Xiaomi Nyerah Jualan Online? Donovan Sung (Foto: detikINET/Adi Fida Rahman)


Adapun partner yang mereka gandeng ialah Erajaya. Kendati dijual secara offline, Donovan menjamin perangkat Xiaomi dibanderol sama terjangkaunya dengan pembelian online.

Ditanya apakah ada rencana menjual perangkatnya secara online? Pria yang pernah bekerja di Spotify Amerika itu mengaku belum mampu menjawabnya. Sebab, pihaknya dikala ini lebih fokus pada penjualan offline.

"Saat ini belum ada rencana untuk ke online lagi. Kami fokus pada kolaborasi dengan Erajaya. Ini market yang berbeda, jadi menunggu waktu yang sempurna untuk berjualan online lagi," pungkas Donovan.

Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel