Penjualan Gadget Lewat Online Meningkat, Tapi..

Foto: detikINET/Adi Fida RahmanFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Jakarta - Belakangan, penjualan gadget lewat online makin meningkat di Indonesia. Tapi penjualan secara offline masih tetap mendominasi.

Menurut Djatmiko Wardoyo, Marketing Communication Director PT Erafone Artha Retailindo, di negara maju sekalipun ibarat Amerika Serikat, penjualan gadget online belum sebesar offline. Data tahun 2015, penjualan online di Negeri Paman Sam gres mencapai 15%.

"Faktanya, memang pertumbuhan online sangat dramatis tinggi di Indonesia. Tapi basisnya kecil. Booming e-commerce belum lama, tapi prospeknya besar," kata pria yang kerap disapa Koko itu dikala ditemui usai pembukaan Authorized Mi Store di Summarecon Mall Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (30/8/2017).

Koko mengatakan pihaknya dikala ini menjalankan startegi offline dan online untuk memperluas pasar. Anggaran yang dikucurkan pun cukup besar.

"Tahun ini capex (capital expenditure atau belanja modal) mencapai Rp 100 miliar. Sebesar 40% untuk pengembangan bisnis ritel," jelasnya.

Djatmiko Wardoyo, Director of Marketing & Communication PT Erajaya SwasembadaDjatmiko Wardoyo, Director of Marketing & Communication PT Erajaya Swasembada Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Pengembanan ritel yang dilakukan melalui toko independen dan branded store yang kolaborasi dengan vendor, baik secara offline maupun online. Salah satu contohnya ialah Mi Store yang berafiliasi dengan Xiaomi.

"Kami membuka Mi Store tidak hanya yang fisik, ada pula yang online. Ada di Lazada dan microsite di situs Erafone," terang Koko.

Saat ini pihak Erajaya mengaku terus membuka peluang kerja sama dengan para vendor. Ini guna membuka toko resmi di lebih banyak kawasan di Indonesia.

"Agar masyarakat mampu menerima pengalaman eksklusif memakai gadget yang akan mereka beli," pungkas Koko.

Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel