Impor Ponsel di Indonesia Hemat USD 2,5 Miliar Berkat TKDN

Ilustrasi (Foto: detikINET/Ari Saputra)Ilustrasi (Foto: detikINET/Ari Saputra)

Jakarta - Kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada smartphone 4G yang diterbitkan pemerintah pada pertengahan 2015 lalu telah membuahkan hasil.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengklaim, aturan TKDN telah menurunkan belanja impor komponen ponsel sampai nilai impornya mampu berhemat sekitar USD 2,5 miliar dalam dua tahun penerapan di Tanah Air.

"Kita itu terlambat menerapkan TKDN. Saat menerapkan TKDN gres ada manfaatnya, sudah ada hasilnya. Belanja ponsel kita menurun drastis dari USD 3,5 miliar turun menjadi di bawah USD 1 miliar," ujar Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail di Balai Kartini, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Kebijakan TKDN ini diiniasiasi oleh tiga kementerian, ialah Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Kominfo. Pertama kali kebijakan ini diumumkan, setiap vendor diwajibkan untuk memuat 30% komponen lokal -- yang kemudian meningkat per 1 Januari 2017 menjadi 40%.

Dampak TKDN juga membawa vendor global sekelas Apple, Xiaomi, Samsung, Lenovo, Oppo, dan lainnya membangun pabrik sendiri atau bekerja sama dengan mitra dalam negeri untuk produksi barang yang dipasarkan di Indonesia.(rou/)

Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel